Link Sukses

Banner 728x90 :

Sunday, 13 December 2015

Perilaku Kelompok dalam Organisasi



     
A.  Teori Pembentukan Kelompok
Sebagai  makhluk  sosial  menusia  tidak  bisa  dipisahkan  dari
kelompok.  Kelompok  merupakan  bagian  dari  kehidupan  manusia.
Tiap  hari  manusia  akan  terlibat  dalam  aktivitas  kelompok.
Demikian  pula  kelompok  merupakan  bagian  dari  kehidupan
organisasi. 
Menurut  Thoha  (2007:80)  mengemukakan  bahwa  banyak
teori  yang  mecoba  mengembangkan  suatu  anggapan  mengenai
awal  mula  terbentuk  dan  tumbuhnya  suatu  kelompok.  Teori  yang
sangat  dasar  tentang  terbentuknya  kelompok  ini  ialah  mencoba
menjelaskan  tentang adanya afiliasi di  antara orang-orang tertentu.
Teori ini disebut propinquity atau teori kedekatan, artinya seseorang
berhubungan  dengan  orang  lain  disebabkan  karena  adanya
kedekatan  ruang  dan  daerahnya  (Spatial and  geographical proximiti).
Teori  ini  mencoba  untuk  meramalkan  bahwa  seorang  mahasiswa
yang  duduk  berdekatan  dengan  seorang  mahasiswa  lain  di  kelas
akan  lebih  mudah  membentuk  suatu  kelompok  dibandingkan
dengan  mahasiswa  yang  duduk  berjauhan.  Dalam  sutu  kantor,
pegawai-pegawai  yang  bekerja  dalam  ruangan  yang  sama  atau
yang berdekatan akan mudah bergabung dan  membuat hubungan-
hubungan  yang  menimbulkan  adanya  kelompok,  dibandingkan
dengan  pegawai-pegawai  yang  secara  fisik  terpisahkan  satu  sama
lain. 
 Teori  pembentukan  kelompok    yang  lebih  komprehensif
adalah  suatu  teori  yang  berasal  dari  George  Homans.(dalam  Thoha
2007:80).  Teorinya  berdasarkan  pada  aktivitas-aktivitas,interaksi-
interaksi,dan  sentimen-sentimen  (perasaan  atau  emosi).  Tiga
elemen  ini  satu sam  lain  berhubungan  secara  langsung,  dan  dapat
dijelaskan sebagai berikut :
 
(1)  Semakin  banyak  aktivitas-aktivitas  seseorang  dilakukan
dengan  orang  lain  (shared),  semakin  beraneka  interaksi-
interaksinya,dan  juga  semakin  kuat  tumbuhnya  sentimen-
sentimen mereka.
(2)  Semakin  banyak  interaksi-interaksi  diantara  orang-orang,
maka  semakin  banyak  kemungkinan  aktivitas-aktivitas  dan
sentimen yang ditularkan (shared) pada orang lain.
(3)  Semakin  banyak  aktivitas  dan  sentimen  yang  ditularkan 
pada  orang  lain,  dan  semakin  banyak  sentimen  seseorang
dipahami  oleh  orang  lain,  maka  semakin  banyak
kemungkinan ditularkannya aktivitas dan interaksi-interaksi.
Salah  satu  teori  yang  agak  menyeluruh  (comprehensive)
penjelasannya  tentang  pembentukan  kelompok  ialah  teori
keseimbangan  (a  balance  theory  of  group  formation),  yang
dikembangkan  oleh  Theodore  Newcomb.  (Dalam  Thoha,  2003  81).
Teori  ini  menyatakan  bahwa  seseorang  tertarik  kepada  yang  lain
adalah didasarkan atas kesamaan sikap didalam menanggapi suatu
tujuan yang relevan satu sama lain.
Teori  lain  yang  sekarang    ini  sedang  mendapat  perhatian
betapa  pentingnya  didalam  memahami  terbentuknya  kelompok,
ialah  Teori  pertukaran  (exchange  teori).  Teori  ini  ada  kesamaan
fungsinya dengan teori motivasi dalam bekerja.
Teori  pertukaran  kelompok  berdasarkan  atas  interaksi  dan
susunan  hadiah–biaya-dan    hasil.    Suatu  tingkat  positif    yang
minim  (hadiah  lebih  besar  daripada  biaya)  dari  suatu  hasil  harus
ada, jikalau diinginkan terdapatnya daya tarik dan afiliasi.
Teori  lain  dari  pembentukan  kelompok  adalah  didasarkan
atas  alasan–alasan  praktis  (practicalities  of  group  formation).  Contoh
dari  teori  ini,  antara  lain  karyawan–karyawan  suatu  organisasi
mungkin  dapat  mengelompok  disebabkan  karena  alasan  ekonomi,


keamanan  atau  alasan-alasan  sosial.  Secara  logis,  karyawan–
karyawan  yang  mendasarkan  pertimbangan  ekonomi  bisa  bekerja
dalam  suatu  proyek  karena  dibayar  untuk  itu,  atau  mereka  dapat
bersama-sama  didalm  serikat  buruh  karena  mempunyai  tuntutan
yang  sama  tentang  kenaikan  upah.  Untuk  alasan  keamanan,
bersatunya kedalam  suatu  kelompok  karena membuat  dirinya  satu
front  untuk  menghadapi  deskriminasi,  pemecatan,  perlakuan,
sepihak,  dan  lain  sebagainya.  Demikian  seterusnya  alasan-alasan
praktis ini membuat orang-orang dapat mengelompok dalam suatu
group.
Dari  pemahaman  beberapa  teori  pembentukan  kelompok
seperti  yang  diuraikan  diatas,  dapat  kemudian  diidentifikasikan
karakteristik dari suatu  kelompok itu.  Menurut Reitz,  karakteristik
yang menonjol dari suatu kelompok itu,  antara lain:
(1)  Adanya dua orang atau lebih
(2)  Yang berinteraksi satu sama lainnya
(3)  dan melihat dirinya sebagai suatu kelompok.
Oleh sebab  itu  Gito  Sudarmo  (2000:57), memberikan  defenisi
kelompok sebagai dua orang atau lebih berkumpul dan berinteraksi
serta saling tergantung  untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan
Indrawijaya  (1989:91)  menyatakan  bahwa  dalam  suatu  kelompok
terdapat  pengaruh  dari  pelaku  organisasi  (kelompok)  terhadap
perilaku  perorangan.  Sebaliknya  perilaku  perorangan  juga
berpengaruh  terhadap  norma  dan  sistem    nilai  bersama  yang
biasanya menjadi perilaku kelompok.

Duncam  dalam  Sofyandi,  (2007:126)  mengemukakan  ada
empat ciri utama kelompok, yaitu :
1.  Common  motive  (s)  leading  to  group  interaction.  Anggota  suatu
kelompok  paling  tidak  harus  mempunyai  satu  tujuan
bersama.  


2.  Members  who  are  affected  differently  by  their  interacation.
Hubungan  dalam  suatu  kelompok  harus  memberikan
pengaruh  kepada  setiap  anggotanya.  Tingkat  pengaruh
tersebut diantara mereka dapat berbeda.
3.  Group structure  with diferent degress  of status.  Dalam kelompok
selalu  ada  perbedaan  tingkat/status,  kerana  akan  selalu  ada
pimpinan dan pengikut.
4.  Standard  norms  and  values.  Karena  kelompok  tebentuk  untuk
mencapai  tujuan  bersama,  maka  biasana  pembentukannya
disertai  tingkah  laku  dan  system  nilai  bersama.  Anggota
kelompok diharapkan mengikuti pola tersebut.

B.  Bentuk-Bentuk Kelompok
Banyak  terdapat beberapa bentuk kelompok. Teori-teori yang
mencoba  melihat  asal  mula  terbentuknya  kelompok  seperti  yang
diuraikan  diatas  menyatakan  betapa  banyaknya  pola  bentuk
kelompok  tersebut.  Sosiolog  dan  psikolog  yang  mempelajari
prilaku  sosial  dari  orang-orang  didalam  organisasi
mengidentifikasikan beberapa perbedaan dari tipe suatu kelompok.
Dari  perbedaan  dan  banyaknya  bentuk  kelompok  tersebut,  dapat
kiranya berikut ini   dikemukakan  beberapa dari antaranya  (Thoha,
2007:85)
1.  Kelompok Primer (Primary Group) 
Orang  yang  pertama  kali  merumuskan  dan  menganalisa
suatu  kelompok  primer  ini  adalah  Charles  H.  Cooley.  Didalam
bukunya  organisasi-organisasi  sosial  (social  organizations),  yang
diterbitkan untuk pertama kalinya tahun 1909.
Seringkali  istilah  kelompok  kecil (small  group)  dan  kelompok
primer  (primary  group)  dipakai  silih  berganti.  Secara  teknis  ada
bedanya.  Suatu  kelompok  kecil  dijumpai  hanya  untuk
 
 
dihubungkan  dengan  suatu  kriteria  ukuran  jumlah  anggota
kelompoknya,  yakni  kecil.  Dan  pada  umumnya  tidak  diikuti
dengan  spesifikasi berupa jumlah yang  tepatuntuk  kelompok kecil
tarsebut.Tetapi kriteria yang  dapat diterima ialah bahwa kelompok
tersebutharuslah  sekecil  mungkin  untuk  berhubungan  dan
berkomunikasi  secara  tatap  muka.  Suatu  kelompok  kelompok
primer  haruslah  mempunyai  suatu  perasaan  keakraban,
kebersamaan, loyalitas, dan  mempunyai tanggapan yang sama atas
nilai  dari  para  anggotanya.  Dengan  demikian,  semua  kelompok
primer  adalah kelompok  yang kecil  ukurannya,  tetapi  tidak  semua
kelompok  kecil  adalah  primer.  Contoh  dari  kelompok  primer  ini
adalah keluarga, dan kelompok kolega (peer group).  
2.  Kelompok Formal 
Kelompok  formal  adalah  suatu  kelompok  yang  sengaja
dibentuk  untuk  melaksanakan  suatu  tugas  tertentu.  Anggota-
anggotanya  biasanya  diangkat  oleh  organisasi.  Tetapi  itu  tidak
harus  sedemikian  pada  setiap  kasus.  Sejumlah  orang  yang
ditetapkan  untuk  melaksanakan  suatu  tugas  tertentu  merupakan
bentuk dari kelompok formal ini. Dan contoh dari kelompok formal
ini  antaranya  komite  atau  panitia,  unit-unit  kerja  tertentu  seperti
bagian,  laboratorium  riset  dan  pengembangan,  tim  manajer,
kelompok tukang pembersih, dan lain sebagainya.
3.  Kelompok Informal
Adapun  kelompok  informal  adalah  suatu  kelompok  yang
tumbuh dari proses interaksi, daya tarik, dan kebutuhan-kebutuhan
seseorang.  Anggota  kelompok  tidak  diatur  dan  diangkat,
keanggotaan  ditentukan oleh daya tarik  bersama dari individu  dan
kelompok. Kelompok informal ini sering timbul berkembang dalam
kelompok  formal,  karena  adanya  beberapa  anggota  yang  secara
tertentu  mempunyai  nilai-nilai  yang  sama  yang  perlu  ditularkan


sesama  anggota  lainnya.  Kadangkala  kelompok  informal
berkembang atau keluar dari organisasi formal.
Cara  lain  untuk  memggolongkan  kelompok  adalah  dengan
membedakan  antara  kelompok  terbuka  dan  kelompok  tertutup
sebagaimana  dikemukakan  oleh  R.C  Ziller  (1965)  dalam  bukunya
Toward A Theory Of Open Dan Closed Gropusi (dalam Thoha,2007:88).
Kelompok  terbuka  adalah  suatu  kelompok  yang  secara  ajek
(teratur)  mempunyai  rasa  tanggap  terhadap  perubahan  dan
pembaharuan.  Sedangkan  kelompok  tertutup  adalah  kecil
kemungkinan  nya  menerima  perubahan  dan  pembaharuan,  atau
mempunyai kecenderungan tetap menjaga kestabilan.

C.  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Kelompok
Menurut  Gito  Sudarmo  (2000:66)  prestasi  kelompok  dapat
dipengaruhi oleh dua hal yakni faktor eksternal dan faktor internal.
a.  Faktor Eksternal adalah sebagai berikut :
-  Strategi  organisasi,  setiap  organisasi  mempunyai  strategi.
Setiap  strategi  yang  ditetapkan  oleh  organisasi  akan
mempengaruhi  perilaku  kelompok  dalam  organisasi
tersebut.
-  Struktur  wewenang,    setiap  organisasi  memiliki  struktur
wewenang  kepada  siapa  seseorang  melapor,  siapa  yang
membuat  keputusan.  Struktur  ini  menentukan  dimana
posisi suatu kelompok tertentu dalam hirarkhi organisasi.
-  Peraturan,  semakin  banyak  peraturan  formal  yang
ditetapkan  oleh  organisasi  pada  semua  pekerjanya,  maka
perilaku  kelompok  akan  semakin  konsisten  dan  dapat
diramalkan.
-  Sumber-Sumber  Organisasi,  besar  kecilnya  sumberdaya
yang  ada  dalam  organisasi  yang  diberikan  kepada
 

 anggotanya  hal  ini  akan  mempengaruhi  perilaku  prestasi
kelompok.
-  Proses Seleksi, Proses seleksi menjadi faktor penting dalam
menjaring  orang-orang  yang  berkualitas.  Dan hal  ini  pula
akan  dapat  mempengaruhi  perilaku  dan  prestasi
kelompok.
-  Penilaian  Prestasi  dan  Sisitem  Imbalan,  adanya  sistem
imbalan  yang  mengkaitkannya  dengan  prestasi  dari
kelompok  kerja  akan  mempengaruhi  perilaku  kelompok
tersebut.
-  Budaya  Organisasi,    setiap organisasi  memiliki kebiasaan-
kebiasaan  yang  tidak  tertulis  yang  mentukan  perilaku
yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh pekerja.
-  Lingkungan Fisik,  Ruangan yang  tetata dengan  baik, suhu
udara  dan  lain-lain  akan  mempengaruhi  perilaku
kelompok.
b.  Faktor Internal
-  Kemampuan
-  Karakteristik Kepribadian

Kamu Sedang Galau dengan SKRIPSI?





Kamu sedang galau karena skripsi?
Skripsi adalah mata kuliah yang berbeda sendiri dari kelas-kelas lainnya yang kamu ambil selama S-1. Kamu tak hanya harus menandatangani daftar presensidan duduk mendengarkan ceramah dosen, tapi juga diminta menulis 10,000-15,000 kata tentang suatufenomena atau topik tertentu.
Karena sifatnya yang lebih menantang, wajar saja jika mata kuliah satu ini ampuh membuatmahasiswa jadigalau dan mendadak hilang arah. Usut punya usut, kegalauan skripsi seringkali bermula dari tidak adanya ide di kepala. Judul ditolak, sementarasi mahasiswa tidak ada ide yang lain untuk diajukan.
Padahal jika kamu mau sedikit berstrategi, judul skripsi bisa lebih mudah dibuat lho. Tak perlu berpikir tinggi-tinggi, kadang ide yang brilianjustru bisa kamutemukan di sekitarmu kok. Nah, mau tahu bagaimana mendapatkan ide skripsi yang menarik? Berikut iniHipweeberikan caranya!

1. Mulailah pengembaraanmu mencari judul skripsi dengan bertanya pada diri sendiri: apa minatmu saat ini?

Mengejarkan skripsi tentu butuh niat yang besar dan semangat yang tak boleh padam. Ide yang benar-benar menarik minatmu berpengaruh besar dalam membantumu mempertahankan niat dan semangat.Nah, saat kamu sedang buntu mencari ide, cobalah duduk, siapkan pulpen dan kertas, lalu bertanyalah pada dirimu:
Sebenarnya apa sih minat akademikku? Dari semua kelas yang pernah kuambil, yang mana yang membuatku merasa tercerahkan atau bahkan berandai-andai ingin mengulangnya?
Misalnya, jika kamu mahasiswa Hukum dengan konsentrasi Hukum Internasional, mungkin kamu merasa tercerahkan ketika pertama kali belajar hukum perang dan ICRC. Atau justru bidang hukum maritim lebih menarik minatmu. Tentukanlah dengan segera dalam hati.Saat kamu bisa menemukan minatmu sendiri, gak jarang kamu bisa lebih menikmati proses pengerjaan skripsimu nanti.


2. Langkahkan kakimu ke perpustakaan. Titik terang bisa kamu dapatkan dari membacaskripsi seniorangkatan.

Gak sedikit mahasiswa yang lulusnya harus tertunda karena terhambat skripsi. Salah satu alasanya adalah tema atau topik skripsi yang tak ada. Tak perlu khawatir, sekarang kamu bisa coba melangkahkan kaki ke perpustakaan jurusan. Lalu bacalah naskah skripsi senior tahun-tahun sebelumnya. Tak perlu membaca skripsi ini sampai habis. Cukup buat dirimu familiar dengan rumusan masalah serta garis besar penelitianpara senior angkatan.
Ini adalah cara mendapatkan inspirasi yang mudah untuk ideskripsi. Tapi ingat, daripadadianggap plagiat, pastikan kamu tak melakukancopy pastedari hasil karya kakak angkatan ya. Cukup ambil inspirasi, lalu modifikasi atau subtitusikan variabel penelitian dengan fenomenayang belum pernah diteliti sebelumnya.


3. Mendapatkan ide dari hasil mengorek-ngorek jurnal lama juga boleh saja.Ini bukan plagiat: kamu malah bisa mengembangkanpenelitianyang sudah ada.

Selain mencari ide skripsi dari membaca naskah skripsiyang sudah ada, kamu juga bisa mendapatkannya dari membaca jurnal ilmiah. Kamu bisa memperoleh jurnaldi situs internet atau perpusatakaan kampus.
Tak hanya dibaca saja, kamu bisakorek dalam-dalam informasi di dalamnya. Gak jarang suatu jurnal pasti adan “kekurangan” data atau bahkan masih butuhinformasi tambahan.Nah, kamu memanfaatkan celah itu sebagai tema skripsimu.Atau mungkin kamu subtitusi dengan bahan yang berbeda.
Mengembangkan idedengan cara seperti inibukan berarti kamu plagiat, tapi kadang kamu justru bisaberperan dalam menyempurnakan ilmu pengetahuan yang sudah ada.


4. Ide skripsibisa kamu dapatkan dari mana saja, salah satunya situsberita yang terpercayaatau media cetak ilmiah.

Tak hanya jurnal akademik dan naskah skripsi angkatan yang bisa kamu jadikan cikal bakal ide skripsi, sekarangkamu juga bisa memanfaatkan situs berita terpercaya danmajalah-majalah ilmiah. Dari sana kamu akan mendapatkan informasi terbaru yang bikin otakmu makin terangsang untuk melahirkan ide-ide penelitian.
Fenomena-fenomena yang terjadi sekarang ini bisa menjadi rumusan masalah untuk skripsi. Mungkin kamu mahasiswa geografi, gak ada salahnya kamu bikin penelitian tentangkenapa di suatu daerah sering terjadi bencana. Mungkin kamu mahasiswa politik, kamu bisa mengambil tema tentang perbedaan tingkah politik sekarang dan beberapa dekake sebelumnya. Nah, semakin banyak berita yang kamu serap, gak jarang otakmu bisa semakin semangat untuk menciptakan ide-ide cemerlang untuk tugas akhir.


5.Bertukar pikiran dengan kakak senior bukan hanya bikin kalian makin akrab.Ini jugasumber ide skripsi yang bisa diandalkan.

Kamu sedang PDKT dengan kakak senior? Atau kamu punya teman akrab kakak angkatan? Atau justru punya pacar yang sebidang jurusan kuliahnya? Gak ada salahnya manfaatkan dia untuk bertukar pikiran tentang hal-hal ilmiah seperti tema penelitian skripsi.
Kamu bisa minta dia sharingsedikit tentang skripsinya, atau mungkin jika kamu sudah punya ide tapi ragu untuk menjadikannya tema skripsi, cobalah minta pendapat dan masukannya. Berdiskusilah secara interaktif.Gak jarang kamu bisa menemukan pencerahan atau titik terang untukskripsian. Dengan begitu, kalian bisa makin akrab, kuliahmu juga cepat kelar.


6. Sakinglamanya menghilang dari kampus, wajar kalau kamu tak punya ide penelitian. Jadi,jangan ragusit indi kelas yang berhubungan dengan minatmu.


Meski semua teori sudah kelar, ide skripsi yang tak pernah datang seringkali bikin kamu lulus lama. Mahasiswa semester tua yang tak pernah ngampus tapi belum lulus pun harus rela kamu sandang. Gak jarang, saking lamanya menghilang dari kampus justru bikin idemu makin surut.
Untuk mengatasi itu semua, kamu bisa cobasit indi kelas yang berhubungan dengan minat skripsimu. Dengarkan dosen ceramah dan semua diskusi yang terjadi, maka kamu mengingat kembalimateri yang dulu pernah kamu dapat. Sekali dua kali menjadi mahasiswa penyelundup bisa memicu otakmu untuk melahirkan ide baru lho.


7. Lulus cepat bukan lagi mimpi.Asalkan kamu mau mengubur mimpi yang satunya lagi: jadi mahasiswayang sempurna dengan skripsi spektakuler dan IPK brilian.

Banyak mahasiswa yang lulus lama karena terlalu perfeksionis untuk membuat skripsi yang bertema berat dan berskala internasional. Alih-alih bisa lulus cepat, kadang kamu justru membutuhkan waktu yang lama dan ilmu yang dalam untuk menyelesaikannya. Nah, jika kamu sudah dipenghujung batas waktu kuliah, cobalah sedikit realistis dengan membuat skripsi yang ringan-ringan saja.
Kamu bisa buat tema yang bisa dilakukan dengan metode yang mudah, memungkinkan untuk diselesaikan cepat, dan gak terlalu kompleks. Karena skripsi adalah ajang untuk latihan penelitian, gak dosa kok kalau kamu pilih tema yang mudah. Gak mau ‘kan kamu terancam DO hanya karena skripsi?


8. Kamu berancana lanjut S2? Buatlah tema skripsi yang bisa dijadikan tesisimu kelak.

Mungkin kamu sudah punya rencana panjang untuk masa depan. Lulus kuliah, daftar beasiswa, kuliah S-2, lalu fokus kerja di bidang yang kamu suka. Nah, hal ini bisa menjadi patokan untuk tema skripsimu sekarang.
Biasanya, para penyandang dana beasiswa mensyaratkan pengalaman penelitian dalam suatu bidang tertentu. Kamu jadikan syarat atau rencana tesisimu kelak sebagai tema besar skripsianmu sekarang. Sembari menyelesaikan sarjana, kemungkinanmendapatkan beasiswa akan jauh lebih besar jika kamu mengambil tema yang disyaratkan. Jauh lebih menguntungkan ‘kan?


9. Sudah punya ide, tapi masih tak yakin soalkualitasnya? Jangan buang ide itu sebelum memintapendapat dosen pembimbingmu.


Selain perfeksionis, rasa ragu dan rendah diri seringmenjadi hambatan untuk bisa lulus cepat. Mungkin kamu sudah melakukan tips di atas, tapi kamu masih kurang merasa percaya diri dengan idemu sendiri. Kamu masih merasa kurang. Kamu masih merasa idemu terlalu remah-remah. Kamu merasa tema yang kamu pikirkan terlalu sulit untuk dikerjakan. Sadarlah, kamu punya dosen pembimbing yang siap menjadi teman diskusi.
Buang jauh rasa mindermu, cobalah ajukan list judul skripsi pada dosenmu. Mintalah pendapatanya dan masukan apakah temamu memang memungkinkan. Terkadang kamu akan mendapatkan masukan yang jauh dari perkiraan. Tema yangselama ini kamu anggap remah-remah, bagi beliau temamu itu malah dinilai bagus dan bisa dikembangkan jadi lebih bagus lagi.


10. Selain bisamenghemat uang, gabung dalamproyek dosen juga bikin kamu tak perlu lagi pusing-pusing cari temaskripsi.

Selain membuat skripsi secara mandiri, sekarang kamu juga bisa nebeng dosen. Caranya adalah dengan ikut proyek.Mungkin salah satu dosen di kampusmusedang melakukan penelitian yang mendapatkan hibah dari pemerintah. Gak jarang beliau akan membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk ikut serta mengerjakannya. Nah,kamu tak boleh ketinggalan untuk mendaftar jadi salah satu bagian darinya.
Sembari membantu beliau, proyek ini jugabisa kamu jadikan sebagai judul skripsi. Selain jadi lebih hemat dana, kamu juga tak perlu lagi pusing-pusing mencari tema. Menguntungkan ‘kan?

Nah, sudah sedikit mendapatkan pencerahan untuk tema skripsi? Lulus kuliah cepat bukan hal yang mustahil, asal kamu bisa menyelesaikan skripsi sesegera mungkin. Tanpa hanya menunggu wangsit tentang ide skripsi fenomenal datang, hal-hal ini bisa kamu lakukan agar kuliahmu cepat kelar.
Semoga cepat sidang proposal ya!

10 Strategi Mahasiswa Baru Sukses


          Salam hangat sahabat tulisan remaja semuanya, menjadi mahasiswa baru, kiat sukses menjadi mahasiswa Hmm.. tahun akademik baru sebentar lagi akan dimulai. apakah kamu termasuk mahasiswa yang baru? wah, jika kamu termasuk mahasiswa baru, kali ini di blog tulisan remaja akan membahas 10 tips menjadi mahasiswa baru.Mungkin kamu bisa juga membaca Tips tips menghadapi kakak senior saat ospek sebagai modal kamu memasuki dunia kampus. Ya, mahasiswa memang sedikit berbeda jika di bandingkan dengan keadaan saat masih di bangku SMA. Lingkungan baru, teman teman baru, sistem pembelajaran yang baru mungkin saja dapat membuat kamu kesulitan dalam menjalani kuliah perdana kamu.
Nah, kali ini kita akan membahas 10 tips menjadi mahasiswa baru namun, sebelumnya tulisan remaja mengatakan bahwa artikel ini bukanlah bermaksud mengajarkan kepada teman teman. melainkan ini hanya merupakan sekumpulan pendapat saja, setelah kurang lebih setahun menjadi mahasiswa, tulisan remaja menganggap inilah beberapa tips menjadi mahasiswa baru yang ideal.
1. Rumuskan Cita cita Kamu
Tujuan kamu kulliah apa? mengejar cita cita mungkin merupakan salah satu tujuan kuliah kita. awal masa perkuliahan merupakan titik awal yang sangat menentukan masa depan kuliah kamu. merumuskan kembali cita cita kamu adalah hal yang sangat penting sebagai awal kesuksesan kamu di universitas. jika mungkin awalnya kamu kesulitan menentukan pilihan program studi kamu, maka cita cita akan sangat membantu kamu dalam memilih program studi yang tepat. jika sudah dapat program studi yang cocok, sekarang kembali berpikir, jika kuliah sudah selesai, saya akan menjadi apa? agar tidak salah, rumuskanlah kembali cita cita kamu sejak awal.
2. Targetkan IP Kamu Sejak Awal
Sebagai mahasiswa baru, mungkin kamu belum mengenal yang namanya IP. IP adalah singkatan dari indeks prestasi, hasil akademik kamu selama satu semester. ada juga dikenal istilah IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) yang merupakan gabungan IP IP setiap semester. sebagai mahasiswa baru, menargetkan IP sejak awal akan sangat membantu kamu menjadi mahasiswa yang hebat. sesuaikanlah dengan cita cita yang sudah kamu rumuskan, jika kamu ingin lanjut di program S2 yang berkualitas, maka IP tinggi adalah harga mati. tapi jika kamu hanya ingin menjadi seorang politikus, yang lebih suka berorganisasi, IP Yang secukupnya saja, asalkan lulus tentunya.
3. Ikutilah Banyak Seminar di Kampus
Di kampus, tidaklah seperti di sekolah. jika di sekolah hanya ada beberapa organisasi saja, maka di kampus kamu dapat menemukan sangat banyak organisasi UKM (Unit Kegiatan Kampus). misalnya kalau di kampus penulis, ada yang namanya Lingkar studi ilmiah dan penalaran (LSIP), Himpunan Mahasiswa Prodi Tertentu, Organisasi organisasi islam, Organisasi Pramuka, PMR (Palang Merah Remaja), Teater, Seni tari , Olah raga Bela diri dan lain-lain dan lain lain. biasanya, organisasi organisasi seperti itu sering mengadakan seminar seminar. jika ada, ikutilah banyak seminar seminar. di sana kamu akan banyak menemukan ide ide untuk bisa kamu kembangkan di kampus.
4. Cerdas Memilih Teman Baru
Memilih teman juga merupakan kunci keberhasilan kamu dikampus. memilih teman, berarti kamu memilih masa depan kamu. yakin saja, kamu akan kesulitan menjadi mahasiswa hebat jika kamu tidak berteman dengan orang orang yang hebat. begitu pula sebaliknya, kamu akan kecipratn ilmu jika kamu berteman deengan orang orang yang rajin belajar. ya, pilihlah teman baru yang baik, berkualitas, karena itu sedikit banyak akan sangat mempengaruhi pribadi kamu. sekali lagi, memilih teman, berarti memilih masa depan.
5. Kurangi Kebiasaan Begadang
Nah, ini yang biasanya sangat sulit di hindari mahasiswa baru. begadang memang tidak dapat dihindari. apalagi jika kamu masuk di jurusan ilmu pengetahuan alam, menurut pengalaman, mahasiswa MIPA di semetser awal akan di serang oleh tugas tugas praktikum yang sangat padat. ini biasanya banyak mahasiswa terpaksa untuk begadang. padahal begadang sangatlah buruk untuk kondisi tubuh saat perkuliahan.sebaiknya minimalkan waktu begadang kamu, caranya mudah saja, kamu dapat mengerjakan semuanya di saat waktu luang di siang hari. percepatlah makan, mandi, kurangi waktu main game, ngopi, main facebook, dan jalan jalan. pergunakan waktu kamu sebaik baiknya.
6. Temukan Cara Belajar Yang Paling Ideal
Ini juga merupakan kunci kesuksesan buat kamu di dunia kampus. setiap orang memang memiliki banyak cara belajar efektif yang berbeda beda. ada yang suka belajar di malam hari, ada juga yang suka belajar di malam hari bahkan di saat subuh subuh sebelum pagi. eksplorasilah terus cara belajar kamu, coba semua gaya belajar yang kamu tau, sampai kamu menemukan cara belajar yang paling baik buat kamu. jika sudah, gunakan terus gaya belajar itu, dan sukseslah menjadi mahasiswa.
7. Jangan Gegabah Mengikuti Organisasi
Organisasi memang penting buat kita. apalagi dikampus, begitu banyak organisasi bermacam jenis yang kamu dapat temukan. dalam mengikuti organisasi, sebaiknya kamu pertimbangkan dulu, jangan gegabah. kembali ke tujuan awal kamu, apakah kamu ingin mendapatkan IP tinggi? waktu belajar wajib ada buat kamu, oleh karenanya, pilihlah organisasi yang sekiranya tidak mengganggu waktu belajar kamu.
8. Ambil Waktu untuk Refresing
Hmmm.. Sebagai mahasiswa baru, kamu mungkin sangat merasakan perbedaan antara cara belajar kamu waktu SMA dengan Cara belajar di dunia kampus. begitu banyak tekanan yang akan kamu hadapi dalam masa perkuliahan awal kamu, mulai dari tugas tugas yang menumpuk, jadwal ujian yang padat, aktivitas organisasi, dan lain lain. saat pressure begitu banyak, kamu tentu saja memerlukan kegiatan bersenang senang. tapi, cobalah kegiatan fun yang berbeda dari kebiasaan kamu waktu SMA. jika wakru SMA kamu suka bersenng senang di mall, maka sekarang cobalah melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat, misalkan olahraga, dan lain lain.
9. Jangan Cepat Down
Dalam dunia kampus, memang sering terjadi masalah masalah yang sangat tidak terduga sebelumnya. begitu banyak kesulitan kesulitan yang kamu akan hadapi. tapi sebaiknya kamu tetap tenang, anggap saja kesuitan kesulitan kamu itu sebagai pelatihan akan diri kamu yang terus berkembang. ingat, seseorang bisa menjadi hebat, karena banyak belajar dari masalah. oleh karenanya, jadikanlah masalah sulit kamu sebagai guru bagi kamu menuju arah perbaikan. jika kamu selalu mendapatkan yang ampang gampang saja, maka kamu tidak akan berkembang. kemampuan kamu akan segitu saja, jadi, tetaplah tenang dalam menghadapi dalam menghadapi masalah yang sulit sekalipun.
10. Rajin Berolahraga
Masalah yang paling sering di hadapi dalam perkuliahan adalah badan loyo dan mengantuk. mungkin tidak semua mengalami, tapi yakin saja, paling tidak satu kali kamu pasti pernah mengalaminya. penulis tulisan remaja juga sering mengalaminya. rajin berolahraga, tentu saja akan membantu kamu menghilangkan rasa ngantuk saat perkuliahan. biasakanlah berolahraga ringan, misalkan lari pagi, kamu akan merasakan kebugaran tubuh kamu. dengan demikian, perkuliahan kamu akan berjalan dengan menyenangkan.
Nah, itulah 10 Tips Menjadi Mahasiswa Baru Sukses
, semoga bermanfaat bagi kamu yang baru menjadi mahasiswa, dan baru mengenal dunia kampus.