Link Sukses

Banner 728x90 :

Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Thursday, 24 September 2015

Ini Penyebab Rupiah Nyaris Ambruk padalevel 14.700 per dolar.

Pemerintah menganggap pelemahan nilai tukar rupiah hingga nyaris ambruk ke level 14.700 per dolar Amerika Serikat (AS) bukan karena faktor domestik, melainkan karena spekulasi kenaikan tingkat suku bunga The Fed.

"Saya tidak melihat ada faktor khusus dari domestik. Nanti kita bicara dengan Bank Indonesia (BI) untuk mengetahui itu," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution di kantornya, Rabu (23/9/2015).

Menurut Mantan Gubernur Bank Indonesia itu, penyebab terpuruknya kurs rupiah hingga ke level 14.655 per dolar AS, karena penguatan spekulasi kenaikan suku bunga Bank Sentral AS dari pelaku pasar, termasuk spekulasi pertumbuhan ekonomi China.

"Harga komoditas kan turun lagi, pelaku pasar mulai berspekulasi mengenai seperti apa ekonomi China sebenarnya. Itu semua ada kaitannya dan itu membuat spekulasi agak menguat. Sebetulnya kan kita berharap spekulasi mereda setelah The Fed tidak jadi mengumumkan tingkat bunga," jelasnya.

Darmin enggan mengatakan apakah angka rupiah yang nyaris 14.700 per dolar AS sudah masuk dalam level mengkhawatirkan. "Kalau itu tanya saja ke dunia usaha, jangan ke kita (pemerintah)," tegas Darmin.

Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah dibuka pada level 14.597 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sehari sebelumnya yang ada di level 14.552 per dolar AS.
Mata uang Garuda sempat melemah ke level 14.655 per dolar AS pada perdagangan pukul 09.50 waktu Jakarta. Namun kemudian mampu menguat tipis. Pada perdagangan hari ini, rupiah terus bergerak di kisaran 14.577 per dolar AS hingga 14.658 per dolar AS.

Revisi Kurikulum 2013 Rampung Oktober 2015

Menteri Anies: Revisi Kurikulum 2013 Selesai Oktober-November

Liputan6.com, Yogyakarta - Menteri Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Rasyid Baswedan mengatakan, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk merevisi Kurikulum 2013 (K13).

Menurut Anies, tim yang diketuai guru besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Suyanto ini, revisi kurikulum pendidikan saat ini tengah diselesaikan. Diharapkan revisi kurikulum tingkat SD, SMP dan SMA ini selesai November mendatang.

"Revisi kurikulum sedang jalan insyaallah Oktober-November selesai. Dan kita akan perbaiki seluruhnya SD, SMP dan SMA," ujar dia di Plaza Ngasem, Yogyakarta, Sabtu (14/2/2015) malam.

Terkait Ujian Nasional (UN), Anies menegaskan tidak lagi menjadi syarat kelulusan. Namun UN dilakukan untuk masuk ke jenjang pendidikan berikutnya. Selain itu  hasil UN nantinya untuk pemetaan kinerja, baik kepada siswa, sekolah, hingga daerah masing-masing.

"SMP masuk SMA. SMA menjadi pertimbangan masuk PT (perguruan tinggi). Yang paling penting tujuan UN adalah mengukur keberhasilan pencapaian kompetensi seorang anak. Karena masih dipakai jenjang berikutnya. Maka itu punya insentifnya. Gunanya itulah tujuan kita ingin mengubah testing atas hasil belajar menjadi testing sebagai pembelajaran. Exam of learning menjadi Exam for learning. Itu yang ingin kita lakukan," ujar Anies.

Justru UN ini, kata Anies, nanti menjadi salah satu cara untuk menilai kejujuran. Sebab, baik sekolah dan daerah akan diuji apakah anak didiknya telah dididik dengan baik dan sekolah tidak melakukan kecurangan terkait hasil UN.

"Jadi nanti kelulusan dan sekolah membuat Sertifikat Tamat Belajar, lalu yang UN akan keluar Surat Keterangan hasil UN. Bagaimana untuk jujur ada instrumennya. Tapi tidak saya umumkan sekarang. Pengumumannya nanti setelah peraturan menterinya keluar. Akan ada cara," pungkas Anies. (Rmn